Tentang Kami/Tim

Meiske Taurisia
Meiske Taurisia
Meiske Taurisia mempelajari arsitektur, desain tekstil dan strategi fashion sebelum terjun ke industri film. Di 2008, ia mendirikan babibutafilm bersama Edwin. Ia memproduksi “‘Babi Buta yang Ingin Terbang” (2008) mendapatkan Fipresci Award; kemudian “Postcards from the Zoo (2012) yang berkompetisi di Berlinale; Rocket Rain (2013) berkompetisi di Forum Independent-Karlovy Vary; film pendek The Fox Exploits The Tiger’s Might (2015) berkompetisi di Semaine de la Critique-Cannes; dan beberapa lainnya. Bersama Muhammad Zaidy dan Edwin, ia mendirikan Palari Films dan memproduseri beberapa film panjang, yaitu Posesif, Aruna & Lidahnya, Ali & Ratu-Ratu Queens yang tayang global perdana di Netflix, serta Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Muhammad Zaidy
Muhammad Zaidy
Muhammad Zaidy yang akrab disapa Eddy memulai kariernya sebagai casting director dan asisten produksi di industri film Indonesia. Pada tahun 2015, Eddy kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan master program Film Producing di New York dan menjadi ko-produser Mira Lesmana di film Athirah yang memenangkan 6 Piala Citra. Bersama Meiske Taurisia dan Edwin, Eddy kemudian mendirikan Palari Films dan memproduseri beberapa film panjang, Posesif (2017), Aruna & Lidahnya (2018), serta Ali & Ratu-Ratu Queens (2021). Film terbaru dari Eddy, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) menjadi film Indonesia pertama yang meraih penghargaan Golden Leopard di Locarno International Film Festival.
Edwin
Edwin
Seorang sutradara, produser, dan penulis skenario Edwin merupakan salah satu pembuat film paling menonjol di generasinya. Di tahun 2005, film pendeknya “Kara, Anak Sebatang Pohon” dipertontonkan di Director’s Fortnight di Cannes Film Festival. Pada 2008, film panjang pertamanya Blind Pig Who Wants to Fly menerima FIPRESCI Prize at the International Film Festival Rotterdam 2009. Film panjang keduanya “Postcards From the Zoo” dinominasikan untuk Golden Bear pada Berlinale 2012. Serta berhasil meraih Golden Leopard untuk Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas pada Locarno International Film Festival
Rivai Chen
Rivai Chen
Rivai Chen memulai kariernya sebagai Online Editor & Visual Effects artist GS Productions Sdn Bhd yang merintis kehadiran HD (High Definition) Sony Cinealta pada awal tahun 2000 untuk Asia Tenggara. Memenangkan Best Visual Effects award di Festival Filem Malaysia (FFM20) untuk film “Waris Jari Hantu''. Kembali ke Jakarta, Indonesia pada tahun 2008 dan mendirikan Trivision Studio dan merintis kehadiran 4K RED Digital Cinema Camera menghadirkan integrated solution antara kamera dan keseluruhan aspek post production sebagai satu kesatuan workflow yang solid. Rivai Chen telah terlibat di berbagai aspek post seperti Post Production Supervisor, Visual Effects Supervisor, Colorist dan Online Editor di lebih dari 24 film layar lebar Indonesia.
Irin Junirman
Irin Junirman
Malang melintang di dunia pertelevisian Indonesia sejak tahun 2000, Irin Junirman pernah bekerja untuk Indosiar, Trans TV, Trans7, Net TV dan menggawangi berbagai program andalan Indonesia sebagai Producer, Executive Producer dan AVP Programming & Production Support. Di tahun 2004, ia meraih penghargaan untuk Best Reality Programme “Dunia Lain - Lawang Sewu” di Asian Television Awards 2004. Di 2019, ia bergabung di Palari Films sebagai Chief Operation dan Film & Digital Producer.
Ivan Makhsara
Ivan Makhsara
Memulai karier sebagai jurnalis, Ivan Makhsara memasuki industri film di tahun 2018. Film pertama yang ia kerjakan promosinya adalah ‘Aruna dan Lidahnya’. Kemudian ia bersama kedua partnernya mendirikan Poplicist yang terlibat mempromosikan lebih dari 20 film Indonesia. Di Palari Films, ia mengemban posisi Head of Digital Marketing dan bertugas untuk mengawasi dan melaksanakan promosi digital film-film dari Palari Films.
Tim Pengembangan Cerita
Tim Pengembangan Cerita
Tim Pemasaran
Tim Pemasaran
Finansial & Operasional
Finansial & Operasional